Monday, May 14, 2007

Cidahkenlah Pemere Kesah si lit bas kam

Bahan PA Mamre, 15-05-2007, sektor 2B
oleh: Pt.Bp.Dian Purba

Bahan : I Kor 12:4-11
Thema : Cidahkenlah Pemere Kesah si lit bas kam
Tujun : Gelah Mamre meteh, makeken, ras ngembangken talenta si lit bas ia guna ibadah Gereja.

4.
Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.
5.
Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
6.
Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.
7.
Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.
8.
Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.
9.
Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.
10.
Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.
11.
Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

Ibas kitab Korinti enda, ipersingeti mulihi man banta mamre gelah banci jadi usihen i tengah-tengah jabunta bagepe lingkungenta em jadi saksi arah kuasa Kesah Si Badia.

Sebagai mahkluk imago dei (segambar dengan Allah), mamre ibereken pemeteh ras talenta si pelain-lain sada ras sidebanna guna banci ipakeken saling melengkapi ras menguatken.
Kune kenca ibas makeken talenta enda lit ije ketinggian hati, ras biak-biak si mecah belahken kiniersadaan, maka siterjadi eme gama (kacau balau- bertolak belakang ras pengertin agama=tidak kacau balau), si pada gilirenna lanai teridah bekas pendahin Kesah Si Badia e arah diri mamre.


Sada ilustrasi uga pentingna kiniersadaan ras Kesah Si Badia haru sipertahanken:

10 Anak Tuhan

10 Anak Tuhan berdiri di dalam garis
1 tidak menyukai pengkhotbah, maka jumlahnya menjadi 9

9 Anak Tuhan tinggal sampai larut malam
1 tertidur di hari Minggu, maka jumlahnya menjadi 8

8 Anak Tuhan dalam perjalanan ke surga
1 mengambil jalan pintas, dan jumlahnya menjadi 7

7 Anak Tuhan bergaya seperti ayam
1 tidak menyukai musik, maka jumlahnya menjadi 6

6 Anak Tuhan kelihatan amat berantusias dalam hidup
Tetapi 1 kehilangan minatnya, maka jumlahnya menjadi 5

5 Anak Tuhan mendorong pintu surga
Tetapi 1 berhenti untuk istirahat, maka jumlahnya menjadi 4

4 Anak Tuhan masing-masing sibuk seperti lebah
Tetapi 1 mengalami patah hati, maka jumlahnya menjadi 3

3 Anak Tuhan tidak tahu apa yang harus dikerjakan.
1 bergabung dalam keramaian perlombaan olahraga, maka jumlahnya menjadi 2

2 Anak Tuhan, sajak ini hampir selesai.
Saling berbeda dengan lainnya, maka sisa 1

1 Anak Tuhan tidak dapat bekerja banyak kebenaran
Tetapi membawa temannya ke pendalaman Alkitab, maka jumlahnya menjadi 2

2 Anak Tuhan, masing masing memenangkan satu jiwa
Maka jumlahnya menjadi dobel, dan mereka ada 4
4 Anak Tuhan bekerja dengan sungguh-sungguh, dari awal sampai malam.
Masing-masing memenangkan 1 jiwa, jumlahnya menjadi 8
8 Anak Tuhan yang baik, jika mereka berbuah 1 seperti sebelumnya.
Pada hari Minggu berikutnya, akan kita dapatkan 1024

Pada sajak ini yang dapat dipelajari Anda dapat membangun atau merusak. (Flash_Ministry)


Sada sisi pangangen kerna talenta sipelain-lain:

Diversity

Secara tidak sengaja saya membaca majalah induk perusahaan saya yang berpusat di Jepang. Tema utama dari majalah tersebut adalah Diversity.

Apakah arti dari diversity ? Saat saya membaca artikel arti dari diversity dapat saya simpulkan sebagai perbedaan. Sedangkan di kamus saya temukan artinya sbb: hal bermacam-macam ; berbeda-beda ; dsb, keanekaan.

Sebagai suatu perusahaan yang membangun pabriknya di beberapa negara seperti German, Thailand, Indonesia,dll, jelaslah bahwa akan banyak ditemukan perbedaan dari kultur budaya, kebiasaan, peraturan, dll. Seperti kehidupan sosial di Thailand tentu sangat
berbeda dengan di German. Dan menyatukan visi dan misi ditengah perbedaan tentunya bukanlah hal yang mudah. Saya tidak perlu membicarakan perbedaan suku bangsa, dari 4 orang karyawan saya, juga terdapat perbedaan, mulai dari pendidikan, umur, sikap dan sifat.

Kembali ke diversity dalam tubuh Kristus, kita akan mendapatkan banyak keanekaragaman Gereja, perbedaan liturgi, perbedaan teologia. Karena perbedaan tersebut, pastilah sulit
menyatukan visi dan misi yang akan dicapai. Apa sih visi dan misi yang mau dicapai ? Kita mungkin sudah seringkali membaca dan mendengarkan pesan akhir dari Tuhan Yesus sebelum naik ke surga di Matius 28:19-20, yaitu "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa
muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu."

Seharusnya kita sebagai anak Tuhan malu, melihat ketertinggalan kita dengan perusahaan-perusahaan yang orientasi bisnis. Dimana philosofi mereka malah mencontoh ajaran Firman Tuhan. Seperti istilah Look Beyond, atau melihat ke depan, seharusnya kita sebagai anak Tuhan juga selalu melihat ke depan. Memiliki hati mau mengampuni, mau memaafkan. Dan selalu melihat perkara di depan, melihat kemuliaan Tuhan yang akan kita terima.

Dalam konteks diversity, kita sebagai anak Tuhan menghargai adanya perbedaan di dalam gereja. Perasaan saling menghormati diantara anggota gereja dan anggota gereja yang berlainan. Demikian juga dengan mereka yang berbeda agama. Khususnya diantara anggota
gereja, milikilah semangat saling membangun dan menguatkan. Hindari perbedaan-perbedaan kecil yang berpotensi menjadi perpecahan.

Untuk dapat maju dan berhasil tidak akan dapat dicapai oleh seorang diri atau sekelompok orang. Perlu kerja sama, dan menyatukan dalam visi dan misi yang sama. Dan untuk mengatasi perbedaan, diperlukan komunikasi. Jalinlah komunikasi, selesaikanlah
berlandaskan Firman Tuhan yaitu Kasih.

Roh Kudus Oleh Roh dan FirmanNya Allah menciptakan langit dan bumi dan memberi nafas kepada manusia (Kej. 1:2; 2:7; Mzm. 33:6; 104:23). Roh Allah juga menggerakkan orang-orang tertentu: hakim-hakim, raja-raja, nabi-nabi, Dalam Perjanjian Baru seringkali disebut: Roh Kudus atau Roh Allah atau Roh Yesus (Kis. 16:7) atau Roh Anak Allah (Gal, 4:6) ialah pelaksana kehendak Allah di bumi. Ia sebagai Penghibur (Penolong) melanjutkan dan menerapkan karya Keselamatan Yesus (a.l. Yoh, 14:16). Dialah dinamik pekabaran Injil (Kis. 1:8). Ia memberikan kesaksian Allah dalam hati orang-orang percaya bahwa mereka anak-anak Allah (Rm. 8:15-16).

Roma 8:14: Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Bujur..

No comments: